
Magetan, 15 Desember 2025 – Upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata anak terus menunjukkan hasil positif. Camat Plaosan menginisiasi pertemuan lintas sektor dengan menghadirkan Kepala Puskesmas Plaosan dan Sumberagung, serta anggota Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Plaosan di Kantor Kecamatan Plaosan pada 15 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu hal baik keberlangsungan kesehatan mata di masyarakat, yang mendorong kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam deteksi dini gangguan penglihatan pada anak. Pertemuan ini menegaskan bahwa isu kesehatan mata anak tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif guru, tenaga kesehatan, sekolah, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Dalam diskusi tersebut, dr. Erwin selaku Kepala Puskesmas Sumberagung menekankan pentingnya penyandingan data anak dengan gangguan penglihatan antara data Puskesmas (CKG) dan data hasil pengamatan guru di sekolah. Menurutnya, guru memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan anak setiap hari.
“Guru tetap perlu didorong untuk melakukan skrining sederhana di sekolah, karena ada kebiasaan anak yang bisa terdeteksi oleh guru, tetapi belum tentu terlihat saat pemeriksaan di Puskesmas,” jelas dr. Erwin.
Puskesmas Sumberagung juga menyatakan kesiapan untuk berbagi data serta menyusun penjadwalan rujukan bagi siswa yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan berbasis sekolah.
Camat Plaosan, Dian Maheru Robbi, menegaskan bahwa deteksi gangguan penglihatan anak perlu dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur pendidikan dan jalur kesehatan. Guru dan sekolah berperan dalam mendeteksi dini dan mengamati perubahan perilaku belajar siswa, sementara tenaga kesehatan memastikan diagnosis dan tindak lanjut rujukan.
Lebih lanjut, Camat Plaosan menyampaikan komitmen pemerintah kecamatan untuk memastikan anak-anak yang membutuhkan bantuan dapat mengakses layanan kesehatan mata, termasuk kacamata dan pengobatan. Selain dukungan dari Program I-SEE, kecamatan akan mendorong pemanfaatan dana desa serta kerja sama CSR untuk pembelian kacamata maupun penambahan biaya yang belum tercover BPJS.
“Perhatian khusus juga akan diberikan kepada anak-anak dan keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1–5, agar tidak terhambat oleh kendala ekonomi dalam mendapatkan layanan kesehatan mata,” ujar Dian Maheru selaku Camat Plaosan.
Dalam mekanisme yang disepakati, data anak dengan gangguan penglihatan yang teridentifikasi di Puskesmas akan dilaporkan ke Kecamatan Plaosan. Selanjutnya, kecamatan akan bersurat kepala sekolah untuk memastikan informasi tersebut diteruskan kepada orang tua siswa. Kepala sekolah memiliki peran penting untuk memastikan orang tua memahami kondisi anak dan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Sebagai bentuk dukungan teknis, Kecamatan Plaosan juga menyatakan kesiapan memfasilitasi mobil siaga untuk kebutuhan rujukan siswa, baik ke fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten, luar kota, maupun ke optik.
Kegiatan ini menjadi contoh inspiratif bagaimana Program I-SEE tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan mata, tetapi juga menumbuhkan awareness dan kepedulian lintas sektor terhadap pentingnya penglihatan anak. Kolaborasi antara kecamatan, Puskesmas, sekolah, dan desa menunjukkan bahwa sistem yang inklusif dan terintegrasi mampu menjangkau anak-anak secara lebih komprehensif.
Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak anak dengan gangguan penglihatan yang terdeteksi lebih dini, mendapatkan rujukan tepat waktu, serta memperoleh alat bantu penglihatan yang mendukung proses belajar dan kualitas hidup mereka.