
Madiun, 2 Juli 2025− Sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif, Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) menyelenggarakan Pelatihan Disability Inclusive Development (DID) bagi Puskesmas Pembina di Kabupaten Madiun. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 1 Juli 2025 di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dan dilanjutkan pada 2 Juli 2025 di Puskesmas Sumbersari.
Seiring berkembangnya implementasi program I-SEE, fokusnya kini tidak hanya terbatas pada pencegahan gangguan penglihatan, tetapi juga mencakup penguatan layanan kesehatan yang ramah dan inklusif bagi disabilitas. Hal ini selaras dengan prinsip universal dalam pembangunan berkelanjutan “No one life behind“ tidak satupun orang yang ditinggalkan. Untuk itu, pelatihan ini menyasar tiga Puskesmas yang telah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan sebagai Puskesmas Pembina, yaitu Puskesmas Sumbersari (Kecamatan Saradan), Puskesmas Krebet (Kecamatan Pilangkenceng), dan Puskesmas Bangunsari (Kecamatan Dolopo).
Pelatihan ini diikuti oleh total 18 peserta, masing-masing enam orang dari setiap puskesmas. Peserta berasal dari berbagai unit layanan, mulai dari petugas parkir, petugas loket, tenaga kesehatan, hingga staf manajemen. Selama dua hari, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep disabiltas, hak-hak penyandang disabilitas, pembangunan inklusif, ragam disabilitas serta cara berinteraksi yang tepat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Peserta juga diberikan keterampilan mengenai bagaimana praktik berinteraksi dengan pasien disabilitas mulai pintu masuk puskesmas sampai pada pengambilan obat. Pelatihan ini difasilitasi oleh Arizky Perdana Kusuma dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang memang sudah berpengalaman dalam memfasilitasi pelatihan DID pada wilayah pilot program sebelumnya dan memberikan wawasan langsung dari sudut pandang komunitas disabilitas.

Pelatihan DID ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif. Dengan keterlibatan dan peran aktif Puskesmas Pembina, diharapkan semangat inklusivitas ini dapat menyebar ke seluruh fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Madiun dan sekitarnya, demi memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan kesehatan.