Baksos Operasi Katarak bersama Paramitra, Bupati Tuban Resmikan Gedung Isolasi Covid-19 Senilai Rp 6 Miliar

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, ketika memonitor fasilitas yang ada di RSUD dr Koesma Tuban

Mengutip dari media halopantura.com Tuban – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, melaunching bakti sosial (baksos) operasi katarak secara gratis di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesma Tuban, Selasa (8/2/2022).

Bersamaan dengan acara itu Bupati Tuban juga meresmikan gedung isolasi Covid-19 RSUD dr. Koesma Tuban. Gedung tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp 6 milir yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tuban tahun 2021.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini dan inovasi yang dilakukan RSUD dr Koesma Tuban,” ungkap Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Ia menjelaskan baksos operasi katarak secara gratis ini sangat dibutuhkan bagi lansia. Sehingga kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sampai di pelosok desa dan tidak hanya digelar di kota saja karena banyak manfaatnya.

“Baksos ini jangan tersentral di Kabupaten, karena saya ingin untuk kegiatan sosial ini mulai basisnya di tingkat desa, karena kita tahu bersama bahwa masyarakat kita untuk hadir kota sangat susah,” tegas putra mahkota mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti itu.

Usai memantau operasi Katarak, Mas Bupati meresmikan ruang isolasi Covid-19 yang berisi 8 ruang kamar perawatan dengan sejumlah fasilitas berstandar di RSUD dr. R Koesma Tuban.

Ruang isolasi yang dibangun dengan standarisasi terbaik tersebut dapat menampung dua orang dewasa atau tiga pasien bayi dalam satu kamar. Adapun dana pembangunan menggunakan DAK serta DBHCHT dengan total anggaran 6 milyar rupiah.

“Saya minta agar ruang isolasi tersebut dapat di jaga dan dimanfaatkan secara optimal. Karena untuk dibangunkan itu gampang, tapi merawatnya itu susah. Jadi saya titip kepada jajaran RSUD untuk merawat dan memanfaatkan gedung ini dengan maksimal,” pesan Bupati Tuban.

Lebih dari itu, Mas Bupati juga menyampaikan, jika penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban termasuk dalam kategori rendah. Meski begitu, sesuai arahan presiden Joko Widodo, penanganan Covid-19 termasuk varian baru omicron adalah dengan percepatan vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan.

“Rumah sakit harus menjamin keamanan dan kenyamanan tenaga medis dalam bekerja,” tambah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Bambang Priyo Utomo menjelaskan, program Bakti Sosial Operasi Katarak bekerjasama dengan Komite Mata Kabupaten Tuban (Komatda), TPPI Tuban, serta PT. Pertamina Field Cepu dan Yayasan Paramitra. Meskipun proses awal screening di ikuti oleh 60 orang, hanya 30 mata yang dapat dioperasi dalam kegiatan yang melibatkan tiga dokter tersebut.

“Kalau mata, menghitungnya bukan orangnya, tapi jumlah matanya,” jelasnya.

Adapun terkait ruang isolasi Covid-19, Bambang mengungkapkan, saat ini total ruang isolasi yang tersedia di Kabupaten Tuban berjumlah 200 kamar, tersebar di seluruh Rumah Sakit se Kabupaten Tuban, serta Tuban Sport Center.

Untuk Ruang Isolasi milik RSUD dr. R Koesma, tersedia 8 ruang isolasi baru lengkap dengan standarisasi pelayanan terbaik. “Selain itu, juga terdapat ruang isolasi biasa, ruang dengan ventilator, juga ruang isolasi ICU,” pungkasnya. (chalim/fin/roh)

Sumber berita : https://www.halopantura.com/baksos-operasi-katarak-bupati-tuban-resmikan-gedung-isolasi-covid-19-senilai-rp-6-miliar/

Posts created 35

17 thoughts on “Baksos Operasi Katarak bersama Paramitra, Bupati Tuban Resmikan Gedung Isolasi Covid-19 Senilai Rp 6 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top