Peluncuran Program I-SEE, Menguatkan Sistem Kesehatan Mata Inklusif di Kabupaten Madiun

Dokumentasi Tim I-SEE Kabupaten Madiun

Madiun, 2 Juli 2024 – Yayasan Para Mitra Indonesia secara resmi meluncurkan program Inclusive System for Effective Eye Care  (I-SEE) yang diselenggarakan di Gedung Graha Praja Mukti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun (Selasa, 2 Juli 2024).

Program ini merupakan inti dari kerja sama antara Yayasan Para Mitra Indonesia dengan CBM Global yang dimulai sejak 15 April 2024. Peluncuran I-SEE di Kabupaten Madiun merupakan tindak lanjut dari acara Kick Off Tiga Kabupaten, yang juga melibatkan Kabupaten Magetan dan Ngawi yang dilaksanakan pada 21 Mei 2024 lalu. Program I-SEE menjadi kelanjutan atas proyek percontohan yang berhasil dilakukan di Kabupaten Tuban dan Probolinggo dari tahun 2018-2023.

Direktur Yayasan Para Mitra Indonesia, Asiah Sugianti, menyampaikan bahwa peluncuran Program I-SEE di Madiun ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan lokal. “Peluncuran ini merupakan tindak lanjut untuk mengawali program dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Madiun agar mereka memahami sejak tujuan awal dan langkah-langkah dari Program I-SEE,” ujar Asiah.

Asiah juga menekankan pentingnya peran aktif komunitas difabel dalam program ini. Kontrak Program I-SEE di Kabupaten Madiun akan berlangsung selama tiga tahun, dengan setiap enam bulan sekali mengundang pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan program. Program ini dirancang sesuai dengan kondisi masing-masing kabupaten berdasarkan penilaian awal.

CBM Global, yang secara nasional telah menandatangani MoU dengan Kementerian Sosial, akan mendukung program ini melalui pelatihan kesehatan mata untuk tenaga kesehatan puskesmas, kader desa, dan guru sekolah dampingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Triwidodo, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Agung mengungkapkan bahwa masalah gangguan penglihatan di Kabupaten Madiun masih cukup tinggi, dengan kasus katarak mencapai 7.924 orang, gangguan refraksi 17.234 orang, dan glaukoma 828 orang pada tahun 2023.

“Dengan adanya pendampingan dari Paramitra dan CBM, diharapkan tercipta pemahaman antar stakeholder untuk merencanakan upaya peningkatan kesehatan mata di Kabupaten Madiun,” kata Agung. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam proyek I-SEE antara lain pelatihan bagi tenaga kesehatan, kader, guru, dan jurnalis, pembentukan desa sehat mata, penyuluhan masyarakat, pemberian kacamata, serta layanan rujukan bagi pasien.

Dalam pembukaan acara, Asisten 1 Sekretariat Kabupaten Madiun menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mata sebagai faktor vital. “Mata adalah jendela dunia. Jika ada gangguan pada penglihatan, kita tidak bisa menikmati keindahan dunia,” ujarnya. Beliau juga menekankan perlunya perhatian khusus terhadap anak-anak yang sudah menggunakan kacamata dan pentingnya upaya pencegahan gangguan kesehatan mata sejak dini.

“Kita harus mendukung Program I-SEE agar dapat berjalan dengan baik di Kabupaten Madiun,” tambahnya. Dengan komitmen bersama antar pemangku kepentingan, diharapkan program ini dapat membantu Madiun mempersiapkan generasi yang tumbuh lebih baik.

Di samping itu, selama pemaparan materi Project Manager, Moch. Marsudi, memaparkan bahwa sistem kesehatan mata yang inklusif dan komprehensif ini tidak hanya untuk Kabupaten Madiun, tetapi juga dapat direplikasi oleh kabupaten lain. “Tujuan kami adalah memperkuat sistem kesehatan mata dan meningkatkan akses layanan yang komprehensif,” jelasnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya pencatatan dan publikasi yang baik untuk mendorong praktik baik dari Madiun agar dapat dicontoh oleh kabupaten lain. Marsudi menambahkan bahwa perencanaan yang aksesibilitas akan meningkatkan nilai dalam proses perencanaan pembangunan, dan suasana yang ramah dapat mempercepat penyembuhan pasien.

Tidak hanya itu, peluncuran program ini juga melibatkan diskusi kelompok dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut. Para peserta kegiatan dibagi menjadi lima kelompok diskusi berdasarkan tema di bidangnya, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, dan pemerintah. Diskusi ini bertujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan bersama dalam implementasi Program I-SEE.

Dari hasil diskusi tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain sekaigus menjadi catatan penting atas kelanjutan program, antara lain:

Bidang Kesehatan:

  1. Skrining mata pada anak usia >7 tahun.
  2. Pelatihan untuk tenaga kesehatan dan kader.
  3. Rujukan kasus mata dengan RSUD.
  4. Sosialisasi tentang kesehatan mata.
  5. Pertemuan database Dinkes dan RS pada bulan Agustus.
  6. Pelatihan perawat untuk operasi katarak.
  7. Pelatihan dokter untuk penanganan low vision.
  8. Pelaporan berkala dari RS ke Dinkes terkait data kasus katarak dan gangguan penglihatan lainnya setiap bulan.

Bidang Pendidikan:

  1. Pelatihan guru pada September 2024.
  2. Berbagi ilmu oleh guru terlatih kepada guru lain di sekolah.
  3. Penyaringan pada warga sekolah (PTK dan siswa).
  4. Pemeriksaan di puskesmas bagi siswa yang terindikasi mengalami gangguan tajam penglihatan.

Bidang Sosial:

  1. Pendataan anak putus sekolah yang mengalami gangguan penglihatan refraksi dan low vision oleh TKSK.
  2. Penyediaan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas.
  3. Edukasi tentang dampak negatif penggunaan gadget bagi anak-anak dengan gangguan penglihatan.

Bidang Pemerintahan:

  1. Menerima usulan rencana pengagaran oleh Dinkes dan dinas terkait pada Juli-September.
  2. Audiensi dengan pemangku kepentingan program OPD (Dinkes, Dinsos).
  3. Pengusulan peraturan bupati ke bagian hukum.

Dengan adanya program I-SEE, diharapkan dapat membantu Kabupaten Madiun dalam mempersiapkan generasi yang tumbuh lebih baik, serta mengatasi tingginya gangguan penglihatan di masyarakat.

Pos dibuat 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
id_IDIndonesian